MEDAN Sudutdata.com – Ketidakhadiran Bupati Labuhanbatu Selatan pada kegiatan Milad ke-36 Ikatan Keluarga Besar Labuhanbatu (IKLAB) Raya menuai sorotan dari sejumlah tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Milad IKLAB Raya yang digelar sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus mengenang sejarah terbentuknya Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, dan Labuhanbatu Utara itu dihadiri berbagai tokoh masyarakat, sesepuh, pengurus IKLAB, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Sikap Bupati Labuhanbatu Selatan tersebut dinilai berbanding terbalik dengan dua kepala daerah lainnya, yakni Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri, S.T., dan Wakil Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Dr. Syamsul Tanjung, tampak hadir di tengah-tengah ratusan warga perantauan dan tokoh masyarakat Labuhanbatu Raya.
Absennya unsur pimpinan dari Pemkab Labusel ini memicu kritik tajam dari para tokoh pendiri dan penasehat organisasi termasuk Ketua Umum IKLAB Raya, Drs. H. Rivai Nasution, M.M.,
Kepada Awak Media Rivai menyatakan kekecewaannya secara terbuka kepada awak media, Ia menegaskan, kehadiran kepala daerah bukan sekadar formalitas protokoler, melainkan bentuk penghormatan terhadap akar sejarah wilayah yang mereka pimpin saat ini.
“Pemekaran Labuhanbatu Raya menjadi tiga kabupaten—Labuhanbatu, Labura, dan Labusel—tidak terlepas dari gagasan, perjuangan, dan tetesan keringat para tokoh serta senior yang bernaung di bawah IKLAB Raya,” ujarnya. Minggu (19/07/2026)
Ia menambahkan, rangkaian milad kali ini diawali dengan ziarah ke makam para tokoh pemekar. Kegiatan tersebut dirancang sebagai pengingat historis bagi generasi penerus, termasuk para kepala daerah yang kini menikmati hasil pemekaran tersebut. Oleh karena itu, ketidakhadiran Bupati Labusel dinilai sebagai bentuk kurangnya partisipasi dan penghargaan terhadap sejarah daerah sendiri.
Nada kritis juga datang dari Penasehat IKLAB Raya sekaligus mantan Kepala BPSDM Provinsi Sumatra Utara, Prof. Dr. Ir. Zainuddin. Meski memuji kesuksesan acara dalam mempererat persatuan budaya, ia mengingatkan pentingnya komunikasi dua arah yang sehat antara kepala daerah dan elemen masyarakat.
“Kita mendoakan agar Pemkab Labusel terus maju dan masyarakatnya berkembang. Namun, kepala daerah juga harus lebih peduli dan membangun komunikasi yang baik dengan organisasi IKLAB Raya yang memiliki akar sejarah kuat,” tandas Zainuddin.
Sementara itu, Penasehat IKLAB Raya yang juga mantan pejabat Pemprov Sumut, Drs. H.M. Yusuf, M.M., mendesak agar kritik dari masyarakat ini dijadikan bahan evaluasi total bagi seluruh kepala daerah di wilayah Labuhanbatu Raya, khususnya Bupati Labusel. Menurut Yusuf, seorang pemimpin wajib menghadapi persoalan daerah secara terbuka dan responsif.
“Segala persoalan daerah wajib dijawab secara terbuka, transparan, dan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan menghindari forum-forum strategis warga daerah,” tegas Yusuf.
Acara milad ini turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Kepala BPSDM Pemprovsu, Wali Kota Medan yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, serta Ketua Dewan Penasehat IKLAB Raya yang juga mantan Sekdaprovsu, Prof. Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, M.Si.
Hingga berita ini dipublikasikan, Bupati Labuhanbatu Selatan maupun pihak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait ketidakhadiran tersebut.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.














