JAKARTA Sudutdata.com – Anggota Komisi IX DPR RI Sihar P.H. Sitorus menyoroti peningkatan kasus Influenza A pada anak yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi tersebut, khususnya untuk melindungi bayi dan anak usia dini yang termasuk kelompok rentan.
Melalui unggahan yang dibagikan di media sosialnya, Sihar menyampaikan bahwa peningkatan kasus Influenza A perlu direspons dengan langkah antisipasi, bukan kepanikan.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kesiapan fasilitas kesehatan, termasuk instalasi gawat darurat (IGD), ruang perawatan anak, ketersediaan obat-obatan serta tenaga kesehatan.
Ia juga mendorong penguatan surveilans dan keterbukaan informasi agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan kasus serta langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih serius.
“Jangan menunggu rumah sakit penuh baru bergerak,” demikian pesan yang disampaikan Sihar dalam materi komunikasinya.
Dalam unggahan tersebut juga disebutkan bahwa sekitar 5 persen anak yang terinfeksi influenza memerlukan perawatan di rumah sakit. Dari kelompok anak yang menjalani perawatan, 80 persen disebut berusia di bawah dua tahun, dan sekitar separuhnya berusia di bawah enam bulan.
Data tersebut sejalan dengan informasi yang diberitakan mengenai kerentanan anak usia dini terhadap komplikasi influenza.
Sihar turut mengingatkan pentingnya edukasi kepada orang tua mengenai gejala dan tanda bahaya pada anak. Perilaku hidup bersih, ventilasi ruangan yang baik serta pemeriksaan ke fasilitas kesehatan ketika kondisi anak memburuk menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyatakan peningkatan influenza masih dalam pemantauan dan secara nasional terkendali. Data terbaru juga menunjukkan kelompok usia 0–4 tahun termasuk yang cukup banyak terdeteksi dalam surveilans influenza.
Dengan kewaspadaan dan kesiapan yang tepat, masyarakat diharapkan dapat menghadapi peningkatan kasus influenza secara tenang sekaligus memberikan perlindungan maksimal kepada bayi dan anak usia dini.














