Daerah  

Berat Badan Al Kahfi Anak yang Mengalami Gizi Buruk Naik 1 Kilogram dalam 6 Hari Usai Dirawat di RSUD Rantauprapat Dan LPAI

LPAI Labuhanbatu

LABUHANBATU, Sudutdata.com – Kabar menggembirakan datang dari Al Kahfi, anak yang sebelumnya mengalami gizi buruk dan mendapatkan perawatan di RSUD Rantauprapat. Setelah menjalani perawatan selama empat hari, berat badan Al Kahfi dilaporkan mengalami kenaikan sekitar satu kilogram dari 7 kg menjadi 8,4 kg.

Informasi tersebut diketahui setelah Al Kahfi melakukan kontrol di Puskesmas Panai Hilir pada 28 Oktober 2026 kemarin.

Perkembangan tersebut menjadi kabar positif bagi keluarga dan pihak-pihak yang memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan Al Kahfi, termasuk Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Labuhanbatu.

Kenaikan berat badan ini diharapkan menjadi salah satu indikator perkembangan kondisi Al Kahfi selama menjalani proses pemulihan. Meski demikian, pemantauan kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pendampingan medis tetap diperlukan agar pertumbuhannya dapat berlangsung secara optimal.

Perhatian terhadap kondisi Al Kahfi menjadi pengingat bahwa persoalan gizi buruk pada anak membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan. 

“Tidak cukup hanya dengan memberikan perawatan ketika kondisi anak memburuk, tetapi juga diperlukan pengawasan terhadap asupan nutrisi, pertumbuhan, serta kondisi kesehatan anak setelah menjalani perawatan di rumah sakit,”ucap Sekretaris LPAI Zahara Nasution.

Dalam situasi seperti ini, keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan lembaga perlindungan anak sangat dibutuhkan. 

Sinergi berbagai pihak diharapkan mampu memastikan anak-anak yang mengalami masalah gizi memperoleh pelayanan kesehatan dan pendampingan yang layak.

LPAI Labuhanbatu diharapkan terus mengawal perkembangan kondisi Al Kahfi serta mendorong pihak terkait agar perhatian terhadap pemenuhan hak kesehatan anak tidak berhenti setelah perawatan di rumah sakit selesai.

Kenaikan berat badan Al Kahfi sebesar satu kilogram dalam enam hari menjadi perkembangan yang patut disyukuri. Namun, pemulihan dari gizi buruk membutuhkan proses yang tidak singkat dan harus tetap berada dalam pengawasan tenaga kesehatan.

“Harapannya, kondisi Al Kahfi terus membaik, kebutuhan gizinya terpenuhi, dan ia dapat tumbuh sehat sebagaimana anak-anak lainnya,”tutup Zahara.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *