Daerah  

GMNI Labuhanbatu Raya Kecam Kopdes Bakaran Batu Terendam Banjir, Desak Pemkab Lakukan Audit Menyeluruh

Ketua DPC GMNI Jepril Harefa

LABUHANBATU Sudutdata.com – Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Labuhanbatu Raya, Jepril Harefa, mengecam terendamnya bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Bakaran Batu yang disebut baru selesai dibangun, tetapi sudah terdampak banjir sebelum sempat dimanfaatkan masyarakat.

Jepril menilai peristiwa tersebut perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, khususnya dalam mengevaluasi kualitas perencanaan teknis pembangunan, sistem drainase, serta kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) di kawasan tersebut.

“Bangunan ini baru saja selesai dan bahkan belum sempat dipergunakan masyarakat, tetapi sudah terendam banjir. Ini harus menjadi bahan evaluasi serius terhadap perencanaan fisik dan tata kelola anggaran publik,” tegas Jepril Harefa dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, pembangunan fasilitas publik semestinya direncanakan secara matang dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, potensi banjir, sistem aliran air, serta kualitas konstruksi. 

“Hal itu penting agar bangunan yang menggunakan anggaran publik benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,”kata Jepril kepada wartawan.

DPC GMNI Labuhanbatu Raya juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, mulai dari tahap perencanaan, pengerjaan konstruksi hingga pemeriksaan hasil pekerjaan. 

Dengan demikian, potensi persoalan teknis yang dapat merugikan masyarakat bisa diantisipasi sejak awal.

Lebih lanjut, Jepril mendesak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu bersama instansi teknis terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan Kopdes Bakaran Batu. 

Ia juga meminta pemeriksaan terhadap sistem drainase dan kualitas konstruksi untuk mengetahui penyebab terjadinya genangan banjir.

“Kami mendesak Pemkab Labuhanbatu dan dinas terkait untuk tidak menutup mata. Lakukan audit menyeluruh terhadap perencanaan drainase dan konstruksi Kopdes Bakaran Batu serta hadirkan solusi permanen. Jangan sampai uang rakyat terbuang pada proyek yang justru merugikan masyarakat,” tambahnya.

GMNI Labuhanbatu Raya berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kerusakan bangunan lebih lanjut. 

Organisasi mahasiswa tersebut juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pembangunan demi kepentingan masyarakat luas.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *